Kalam Tarian Cinta

Basnah Anna Hassan




Bayu menyapa tidak lagi terasa
Rembulan kelam mencari cebisan cahaya
Kilauan bebintang hilang entah ke mana
Melakar langit tanpa corak lukisan warna
Menantikan fajar akan setiakah menjelma

Menggulum rindu pada dedaunan masa
Pada coretan keperitan lakaran cinta
Entahkan ada entahkan cuma berpura-pura
Tika jauh pandangan dari mata
Mengimbau pedih gamitan rasa

Pada kemerahan remangan wajah senja
Belaian bayu menyapa tanpa mesra
Menghanyutkan harapan mimpi tercipta
Merangkul erat bayangan impian siksa
Tika kemesraan hanya cuma tinggal sisa

Berusaha mengumpul kasih dalam setia
Walau tersisip sembilu duri penuh luka
Tetap masih kuharungi lautan bergelora
Demi mekarnya cinta yang berbunga
Meski sekian lamanya telah terpenjara

Terperangkap di antara kesepian belantara
Terpisah dek persembunyian benua sungai airmata
Terpasung kebencian di tengah muara
Terkunci dendam kian bermaharajalela
Menyusup ke seluruh dermaga bahtera jiwa

Saban masa mengundang sengsara
Siksa melingkar kian menyebar lara
Pada kekecewaan yang kian bertelaga
Sanubari hangat membakar kian membara
Apakah cinta hadir untuk sementara cuma

Tanpa berkepastian penghujung destinasinya
Titik noktah pelabuhannya entah di mana
Seringkali terawang dek tanda tanya
Kerna enggan aku luka buat kali kedua
Cukuplah hanya sekali cinta ini didusta. 

Categories:

Leave a Reply