Kalam Tarian Cinta

Mendongak ke gerbangan dataran langit
Tiada lakaran lukisan menarik untuk ditatapi
Hanya hamparan hambar permaidani kosong
Diselaputi awanan yang gelap lagi kelabu

Merunduk memandangi jauh ke persada bumi
Tiada terlihat gambaran kedamaian taman di situ
Hanya ada rerumputan yang kering layu
Menanti saat ketepatan waktu untuk pergi berlalu

Menembusi segenap ruangan udara raya
Tiada apa yang boleh tergapai di situ
Hanya gumpalan bayu yang penuh debu
Meracuni segenap pelusuk sanubari kalbu

Menyelami muara badai di tengah lautan
Tiada apa yang menyelamatkan di situ
Hanya badai ombak yang menghancurkan
Memusnahkan keindahan istana pantai

Mendaki banjaran puncak menara gunung
Tiada yang menarik pemandangan mata
Hanya terdapat ketajaman curam-curam kejatuhan
Menghapuskan semua lereng titian tangga kejayaan

Menyusuri di tengah lautan hutan belantara
Tiada kedamaian bagi sangkar jiwa yang jitu
Hanya pepohonan layu yang kering kontang
Menanti sangat masa berguguran rebah ke bumi

Menggapai keindahan warna sang pelangi
Tiada tercapai setitik keheningan di situ
Serinya warnanya telah hangus di bakar mentari
Lembayung seri senyuman kini tiada lagi

Memetik kegemerlapan butiran bintang-bintang
Tiada satu pun tergenggam pelupuk tangan
Kejoranya hilang tanpa sisa di telan zaman
Menjadi cerita sejarah nostalgia mimpi misteri

Mengharapkan mengambangnya sang bulan
Tiada lagi pungguk yang setia menemani
Semuanya telah melebarkan sayap terbang pergi
Cuma tinggal kesengsaraan menerpa di hati

Menghampiri panahan cahaya sang mentari
Tidak mungkin dapat menahan keperitan bahangnya
Terik kepanasannya hanya membakar sekujur diri
Menghanguskan menjemput ajal menuju mati

Melangkah dalam pencarian erti kehidupan ini
Cuma ada ketajaman belahan tombak pedati
Meragut seluruh perpaduan semangat yang terpatri
Membentuk tersemadinya kekosongan yang abadi.

Categories:

Leave a Reply